Skip to main content

My uncle is psychopath - Bagian 2

18 tahun sudah. Semenjak kejadian alex dan uncle frank. aku sudah melupakan kejadian 18 thn silam, sekarang aku kuliah, yaa mungkin ga bisa di katakan kuliah. aku sekolah di DFI school (Designer Fashion International school) london.

Aku juga ngga tau kabar dari keluarga uncle frank, tapi satu yang aku tau dari mereka. Uncle frank kabur semenjak tragedi dengan alex dan ia menjadi buronan polisi, dan juga kabarnya jane tewas.

Tapi aku belum tau apa sebab jane tewas. Kuharap dia tewas ga seperti adik nya, tapi.. aku juga penasaran apa penyebab jane tewas. Dan aku pergi berlibur menuju los angeles mumpung sekolah ku libur seminggu. Ketika sampai aku mencari taxi di sekitar bandara.

Dan aku mendapatkannya, dan aku mengatakan pergi menuju greenwhite. salah satu perumahan mewah di los angeles. Dan aku pun sampai di rumah uncle frank. Ketika aku mengetuk pintu rumah uncle, yang keluar bukannya keluarga uncle. Tapi seorang kakek tua berumur sekitar 60-an. Dan aku bertanya pada nya "mm.. maaf apa ini rumah keluarga frank ?". Kemudian kakek itu menjawab dengan wajah yang ketakutan "apa kau keluarga nya?" .

"Mm.. iya sa--" kta ku terpotong oleh suara pintu yang di tutup kencang. Kenapa dengan kakek ini? Kok langsung main tutup pintu ajaa. Dan kemudian di sebelah rumah kakek ini ada rumah yang di sekitarnya ada pemilik nya sedang menyiram tanaman. "Mm.. maaf apa dulu di rumah itu ada seorang keluarga?" Kta ku. "Eh.. iya betul. Tapi mereka sudah pindah, dan yang menempati rumah itu adalah pemilik rumah itu" kta ku.

"Mm.. pindah? Pin.. pindah kemana yaa?" Kta ku. "Oo mereka pindah di london. Tapi klo alamat nya kurang tau nih.." kta orang itu.
"Tapi.. kuharap kamu tidak ke situ yaa.. dia itu psikopat. Dia yang bunuh anak sulung nya si jane juga anak bungsunya alex. Oiyaa kenapa kamu bertanya rumah psikopat itu?" Sambung dia. "Mm.. tidak ada apa apa. Aku hanya ingin mencari info aja tentang mereka" kta ku bohong. "Oo baiklah klo gtu" kta dia. "Terima kasih sudah kasih infonya. maaf mengganggu" kta ku.

"Ok sama sama" kta dia. Aku pun berjalan kaki meninggalkan orang tadi menuju taxi area. Dan aku membatin. Ternyata jane tewas di tangan ayah nya sendiri, sungguh gila tu orang. Kemudian aku mampir ke rumah ku dulu, setelah sampai.. aku menekan bell rumah. Dan yang membuka pintu adalah grandma "ehh cucu!! Kpn dateng?" Kta grandma.

"Tadi grand. Baru sampai " kta ku. Kemudian mom terkejut dan memeluk ku erat sekali. "Mom. ky kangen sm mom" kta ku. "Iyaa ky.. mom juga kangen sekali sm kamu" kta mom. "Oiya mom. Dad sm bryan mana?" Kta ku. Mungkin kalian tidak tahu, siapa itu bryan. Bryan itu adikku.

 Tapi semenjak kejadian 18 thn silam, bryan tidak bersama ku. Melainkan dia dirumah grandma dan granpa, tapi.. grandpa sekarang tlah tiada. Grandma yang ada di rumahku itu mom dari mom ku. Dan barbie yang dulu di rusak uncle frank, itu pemberian dari grandma, mom dari dad.

Dan mom menjawab "mereka sedang jogging di taman." Kta mom. Kemudian aku bertanya pada mom tentang uncle frank "mom.. uncle.. frank. dia kok sudah ga tinggal di rumah itu lagii" kta ku. "Knp kamu tahu klo mereka pindah rumah?" Kta mom. "Mm.. yaa aku.. a.. aku hanya tau info saja di internet" ktaku bohong. Karena klo aku jujur ke mom aku pergi ke rumah uncle frank dulu, aku bakal di marahin besar besaran.
"Oo.. yauda Sana kamu kemas kemas barang mu" kta mom. "Ok mom" kta ku. Kemudian aku menuju kamarku. Kamar ku bersebelahan dengan kamar bryan. Saat aku sampai di kamar ku, aku melihat sebuah tulisan dengan cap darah di pintu kamarku bertulisan "YOU DEAD!!".

 Dan aku kaget setengah mati, kemudian aku berlari menuju lantai bawah untuk mengatakan pada mom. Saat di lantai bawah aku melihat uncle frank. Aku bersembunyi di toilet bawah yang untungnya tepat di sebelah tangga, dan kemudian aku masuk ke dalam kamar mandi. Dan aku melihat di sela sela pintu.. tapi aku tidak begitu jelas. Aku penasaran apa yang di lakukan uncle di rumah ku. Dan kemudian ada yang menekan bell rumah.

Yaa itu dad dan bryan. Kemudian aku ingin keluar dari kamar mandi tapi.. aku pingsan tak sadar kan diri di kamar mandi. Aku pingsan karena aku melihat kepala chris tanpa badannya. tepat di depan pintu kamar mandi.
4 jam sudah aku tak sadarkan diri. Dan aku di kurung di sebuah ruangan dengan tangan ku yang diikat dengan rantai ke atas. Aku bertanya pada diriku sendiri. Apa yang akan di lakukan orang gila itu pada ku?.

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

Luka

Darah di dinding. Di pahaku, bajuku, lalu lantai, di dalam bak mandi, juga di wajahku, dan di rambutku. Di mana-mana. Menatap nanar kedua tangan yang berlumuran darah, aku lalu mengusap wajah menggunakan tanganku yang lengket dan berbau besi ini. Meski gemetaran, aku selalu merasa ini semua belum cukup. Kemudian aku meraba-raba lantai, mengambil cutter yang belum lama aku letakan. Mengangkat bagian bawah baju untuk kumasukkan ke dalam mulut sendiri. Lantas cutter itu mulai aku gunakan kembali. Menyayat. Menciptakan garis luka lebih panjang lagi di tangan kiri. Di bagian dalam lenganku. "E-emmh! Nggh!" Mengerang, merintih sendirian. Sobekan pada luka itu terasa amat memilukan. Perih. Dan tangan kiriku terjatuh lemas begitu saja. Padahal aku pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini. Kenapa kali ini aku begitu lemah? Tak Cutter yang kupegang terlepas. Luka yang baru saja kubuat aku remas, membiarkan darahnya mengalir lebih banyak lagi. Karena semakin banyak darah ...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 3 (English)

I didn’t remember dreaming but I knew I had. I woke up feeling like I’d run thirty miles; drenched in sweat and fighting to draw in air with raw, ragged breaths. I sat up on the couch and rubbed my face. What time was it? Why was I in the living room? Why did I feel a malicious black cloud looming over me like some sort of comic strip character? And then it all came back, crashing like waves over my head. Holy shit, Kimber was here. And she wanted something. I felt the fear shower me like ice cold rain as I recalled pieces of the night before. We were going back. Kimber’s bag was next to the door and she was sitting at the table reading one of Seth’s look-how-smart-I-am philosophy books. As I sat up I slid the evidence of my addiction under the couch with my foot, praying she hadn’t already seen it. “Morning, Sam,” Kimber smiled, without looking up from the book. “Why in the fuck are you so chipper. You remember where we’re going right?” “Yes.” She put the book down and looked ...