Skip to main content

Margorie McCall

Margorie McCall
http://www.horrorcreepypastariddleindonesia.ga/

Setelah berjuang melawan sejenis penyakit demam pada tahun 1705, tubuh wanita Irlandia yang bernama Margorie McCall ini akhirnya dikubur agar penyakitnya tidak menyebar. Margorie dikebumikan beserta cincin-cincin berharga yang tak dapat diambil oleh sang suami akibat pembengkakan pada jari-jemarinya. Ini menjadikan makam Margorie sasaran empuk yang sangat menguntungkan bagi para penjarah makam, mereka tak hanya akan menjual cincin-cincinnya namun juga jasad wanita itu.

Benar saja, tengah malam setelah pelaksanaan upacara berkabung, seorang pencuri muncul dan mulai menggali makam Margorie yang tanahnya bahkan masih basah. Karena tak dapat melepaskan cincin dari jari si mayat, pencuri itu pun memotong jarinya. Begitu darah mengucur deras dari lukanya, mata Margorie tiba-tiba terbelalak, ia bangkit berdiri lalu menjerit keras-keras.
Setelahnya nasib si penjarah makam tak diketahui. Ada yang bilang ia mati di tempat akibat jantungan, tapi ada juga yang berkata bahwa pria itu melarikan diri sejauh-jauhnya dan tak lagi menjalani profesi sebagai perampok makam.
Margorie memanjat keluar dari liang lahatnya, kemudian berjalan pulang ke rumah. Sang suami John tengah bersama anak-anaknya ketika ia mendengar pintu diketuk. Ia berujar pada anak-anaknya, "Suara ketukan itu persis sekali dengan ketukan ibu kalian saat ia masih hidup."

Tatkala membuka pintu dan mendapati istrinya tampak sehat walafiat berdiri di sana, mengenakan gaun pemakaman, dengan darah menetes dari jari-jarinya, pria itu langsung mati di tempat karena kaget. Ia pun menempati bekas liang lahat sang istri.

Sedangkan Margorie sendiri melanjutkan hidup, menikah lagi dan memiliki beberapa anak. Ketika akhirnya ia benar-benar mati, jasadnya dikembalikan ke pemakaman yang sama yaitu Shankill Cemetery di Lurgan, Irlandia. Inilah mengapa pada batu nisan Margorie terukir kalimat,
"Hidup sekali, dikubur dua kali."

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

Luka

Darah di dinding. Di pahaku, bajuku, lalu lantai, di dalam bak mandi, juga di wajahku, dan di rambutku. Di mana-mana. Menatap nanar kedua tangan yang berlumuran darah, aku lalu mengusap wajah menggunakan tanganku yang lengket dan berbau besi ini. Meski gemetaran, aku selalu merasa ini semua belum cukup. Kemudian aku meraba-raba lantai, mengambil cutter yang belum lama aku letakan. Mengangkat bagian bawah baju untuk kumasukkan ke dalam mulut sendiri. Lantas cutter itu mulai aku gunakan kembali. Menyayat. Menciptakan garis luka lebih panjang lagi di tangan kiri. Di bagian dalam lenganku. "E-emmh! Nggh!" Mengerang, merintih sendirian. Sobekan pada luka itu terasa amat memilukan. Perih. Dan tangan kiriku terjatuh lemas begitu saja. Padahal aku pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini. Kenapa kali ini aku begitu lemah? Tak Cutter yang kupegang terlepas. Luka yang baru saja kubuat aku remas, membiarkan darahnya mengalir lebih banyak lagi. Karena semakin banyak darah ...

Kuchisake-Onna

Kuchisake-Onna Kuchisake-Onna adalah wanita bermulut robek yang menyusuri jalan-jalan di Jepang, ia mengenakan masker bedah dan mengincar anak-anak. Apabila kau melintasi jalannya, ia akan memberhentikanmu dan mengajukanmu sebuah pertanyaan. Jika kau memberikan jawaban yang salah, maka kau harus menanggung konsekuensi yang mengerikan. Suatu hari, kamu berjalan menuju ke rumah sepulang sekolah dan arah jalan membawamu melintasi jalan kota yang sepi. Tiba-tiba, kamu mendengar suara samar-samar yang datang bersama bayangan. Kamu melirik ke arah bayangan tersebut dan tampak seorang wanita cantik berdiri di sana. Ia memiliki rambut yang hitam dan panjang dan mengenakan mantel berwarna krem. Sebuah masker bedah menutupi bagian bawah (setengah) dari wajahnya. Di Jepang, mengenakan masker bedah biasanya digunakan jika sedang musim flu untuk mencegah penyebaran kuman. Ia melangkah keluar dari bayangan gelap dan menghalangi jalanmu. “Apakah aku cantik?” Tanyanya. Sebelum kamu menjawab, ia m...