Skip to main content

My uncle is psychopath - bagian 1

Aku kylie. Yaa aku kylie.. Apa kalian memiliki paman??. Jika kalian memiliki, semoga nasib kalian tidak sama sepertiku. Sebenarnya aku tidak mau menceritakan hal ini kepada kalian.. tapi.. ini hanya untuk berjaga jaga.

*happy new year 1998
Sore itu.. aku di bangunin oleh mom, dia mengatakan pada ku.. bahwa perayaan kembang api akan di mulai. Kalian pasti tau kan kembang api?? Yaa petasan.. atau biasa di sebut kembang api. Aku bergegas menuju kamar mandi bawah tapi.. ketika aku sudah memasuki lantai bawah.. aku melihat chris yang sedang makan sandwich bikinan mom dan aku terkejut.

Yaa mereka datang dari los angeles. Sekali lagii kuharap kalian tidak mempunyai nasib yang sama sepertiku. Mereka adalah aunt mony. Uncle frank. Jane. Chris. Dan alex. Mereka keluarga dari ayahku.. jane yg lebih tua dariku, chris yang berumur sama denganku, dan alex yang lebih muda dariku. Dari ke 3 anak itu.. aku hanya akrab dengan alex. Walau dia lebih muda dariku.. tapi dia sangat ramah dan baik, dari pada kakak kakaknya itu.

Dan juga aku suka sekali dengan aunt mony, dia yang merawat ku ketika aku berumur 3 tahun. Tapi tidak untuk uncle frank dia sangat sinis kepada ku, dan juga saat aku bermain dengan jane, dia sengaja mematahkan barbie ku. Akupun menangis karena itu pemberian barbie dari nenek ku yang tlah tiada. Hingga saat ini aku membenci uncle.

Ketika selesai makan sambil melihat kembang api dimana mana, aku melihat tatapan uncle kepadaku yang begitu ku benci. Dan setelah itu dia menarik tangan alex dan membawanya pergi ke arah gudang. Akupun penasaran.. mengapa uncle menatapku seperti itu.. dan mengapa dia membawa alex ke arah gudang?. Kemudian aku ijin ke mom untuk belajar.. tetapi sebenarnya tidak.. aku ingin membuntuti uncle. Aku melihat uncle membawa alex dengan pegangan keras dan kuku yang menancap di pergelangan alex. membuat tangan alex berdarah.

 Alex berteriak terus menerus tapi tidak ada yang mendegar teriakan alex. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri sambil mengeluarkan setetes air mata. Aku membuntuti uncle sampai ke gudang luar dan ketika sampai di pintu gudang aku melihat sebuah garpu rumput yang tajam. Aku mengambilnya. Lalu aku membuka pintu gudang dan di lantai terdapat banyak darah kental yang berserakan. Aku pun sedikit ngeri dengan apa yang ku lihat.

 Dan tiba tiba "aaaaaa ampun dad!!!" Kata alex. Aku mendengar teriakan alex yang meminta ampun kepada uncle frank. Dan aku terus mendengar rintihan itu sampai akhirnya aku memasuki gudang. Dan teriakan alex tidak ada.. aku semakin ketakutan. Ketika sampai di inti gudang aku melihat lampu tengah yang bersinar.

Dan saat aku mendekat.. aku melihat seuntas gergaji yang penuh dengan darah. Kemudian aku melihat ke atas dan.. "aaaaaaaaaaa mom.. dad.. help me.." kta ku sambil menangis melihat badan alex yang telah di mutilasi. Dan aku pun pingsan di tempat.. kemudian my parent dan aunt juga anak anak nya menghampiri gudang..

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 7 (English)

I could feel I was moving before I even opened my eyes. It was the gentle, swaying cadence of a car on the highway. Instead of coming awake slowly like I preferred I bolted upright in a panic. Kimber was driving and she didn’t look away from the road. “Are you okay?” I asked her. “No.” “I was…“ I was starting to remember what had happened on the mountain. “I’m- I’m sorry.” Kimber didn’t respond. “Did I walk to the car?” I was sure I knew the answer, but hoped I was wrong. “No. You were dragged to the car.” It was actually impressive that she could drag a full grown man through 200 yards of snow. I was constantly underestimating Kimber. “Look…” I rubbed my face and realized my hands were like ice. I laid them over the heaters on the dashboard. “I mean, the good news is that Borrasca is gone and no one is suffering anymore.” “No one?” She yelled. “Me. Me, Sam, I’m suffering!” Her voice was scratchy; it was obvious she had been crying, and judging by the current time, prob...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 19 (English)

“Good afternoon, Mr. Walker. I’m sorry to wake you but the detectives have been asking to interview you since yesterday. I’m afraid they’re very insistent.” I tried to focus on the woman standing next to me. Everything was very…white. “Where am I?” “Drisking Regional. I’m Dr. Clava. And since you’re going to be speaking to two of the rudest men I’ve ever met I’m going to up your morphine a smidge.” I blinked a few times against the bright lights that stung my eyes. “No. No, no morphine please. Take me off it.” “Are you sure? You’ll be in a bit of pain if I do that.” She said as she walked over to the IV drip. “Yeah, turn it off. Where’s Kimber? How is she doing? Also, how am I not dead?” “I’m not Kimber’s doctor so I’m not sure who you’re talking about. As for your survival, you owe that to a rather skilled surgeon on staff here.” I could already pain radiating from my chest below my heart. “Is there any way you could make it any darker in here?” “Absolutely,” she repli...