Skip to main content

How to Become a Werewolf

How to Become a Werewolf
http://www.horrorcreepypastariddleindonesia.ga/

Banyak tulisan-tulisan mengerikan dari abad ke-19 yang menyatakan bahwa kemampuan untuk merubah diri sendiri dari wujud manusia menjadi manusia serigala dapat dilakukan dengan melaksanakan ritual-ritual tertentu menggunakan sihir hitam. Ritual ini melibatkan sihir untuk memanggil roh jahat yang dilakukan dengan upacara yang rumit, menggunakan lingkaran gaib, api, mantra ajaib, pengolesan balsem ajaib pada tubuh tak berbusana, dan mengenakan sebuah ikat pinggang yang terbuat dari kulit serigala.

Untuk mengubahmu menjadi manusia serigala, kamu harus percaya pada fenomena-fenomena dan kejadian-kejadian supernatural.

Langkah pertama: Pada malam di mana terdapat bulan baru yang bersinar terang, pergilah ke sebuah tempat tak berpenghuni, seperti hutan, puncak gunung, atau sebuah gurun.

Langkah kedua: Pada sebidang tanah, buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari 7 kaki atau lebih. Di dalam lingkaran tersebut, buatlah sebuah lingkaran lagi dengan jari-jari 3 kaki atau lebih.

Langkah ketiga: Berdirilah di dalam lingkaran yang lebih kecil, buatlah sebuah api dan rebuslah air dalam panci yang terbuat dari besi.

Langkah keempat: Ketika air telah mendidih, lemparkan bahan-bahan berikut ke dalam panci: asafestida, daun parsley, opium, hemlock, henbane, kunyit, biji popi atau solanium. (PERINGATAN: beberapa dari tumbuhan yang disebutkan sangat beracun serta dapat menyebabkan gagal jantung atau kematian mendadak).

Langkah kelima: Ulangi mantra ini: "Serigala, Vampir, Satir, Hantu, terpilih sebagai tuan rumah yang jahat, aku menyembahmu mengundangmu kemari, mengundangmu kemari, mengundangmu kemari. Sosok abu-abu besar itu membuatku merinding."

Langkah keenam: Ambil lemak hewan yang baru saja terbunuh dan campurkan dengan adas manis, champor, dan opium. Lepaskan bajumu dan oleskan ramuan tersebut ke seluruh tubuhmu.

Langkah ketujuh: Ikatkan sebuah ikat pinggang yang terbuat dari kulit serigala pada pinggangmu. (Beberapa sumber mengatakan bahwa kamu dapat menggunakan ikat pinggang dari kulit manusia, terutama yang diambil dari para pelaku kriminal yang dieksekusi di tiang gantung).

Langkah kedelapan: Berlututlah pada lingkaran yang lebih besar dan sebutkan mantra ini: "Menggigil! Menggigil! Menggigil! Datanglah! Datanglah! Datanglah!"

Langkah kesembilan:bTunggu sampai api berubah menjadi biru dan "kekuatan besar yang tak terlihat" muncul. (Ini adalah roh jahat, kemungkinan adalah roh iblis itu sendiri). Kemudian kamu akan berubah menjadi manusia serigala.Untuk berubah kembali menjadi manusia, lepaskan ikat pinggang dari kulit serigala yang kamu kenakan.

Ada beberapa cara yang jauh lebih mudah untuk berubah menjadi manusia serigala:
1. Digigit oleh manusia serigala.
2. Memiliki orang tua yang merupakan manusia serigala.
3. Memakan otak serigala.
4. Minum air yang terdapat pada jejak kaki serigala.
5. Minum air dari sungai di mana tiga atau lebih serigala telah minum di situ.
Untuk kembali pada wujud manusia, benamkan dirimu ke dalam aliran air.

PERINGATAN: Kami TIDAK menyarankan kamu mencoba ritual ini.

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

Luka

Darah di dinding. Di pahaku, bajuku, lalu lantai, di dalam bak mandi, juga di wajahku, dan di rambutku. Di mana-mana. Menatap nanar kedua tangan yang berlumuran darah, aku lalu mengusap wajah menggunakan tanganku yang lengket dan berbau besi ini. Meski gemetaran, aku selalu merasa ini semua belum cukup. Kemudian aku meraba-raba lantai, mengambil cutter yang belum lama aku letakan. Mengangkat bagian bawah baju untuk kumasukkan ke dalam mulut sendiri. Lantas cutter itu mulai aku gunakan kembali. Menyayat. Menciptakan garis luka lebih panjang lagi di tangan kiri. Di bagian dalam lenganku. "E-emmh! Nggh!" Mengerang, merintih sendirian. Sobekan pada luka itu terasa amat memilukan. Perih. Dan tangan kiriku terjatuh lemas begitu saja. Padahal aku pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini. Kenapa kali ini aku begitu lemah? Tak Cutter yang kupegang terlepas. Luka yang baru saja kubuat aku remas, membiarkan darahnya mengalir lebih banyak lagi. Karena semakin banyak darah ...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 3 (English)

I didn’t remember dreaming but I knew I had. I woke up feeling like I’d run thirty miles; drenched in sweat and fighting to draw in air with raw, ragged breaths. I sat up on the couch and rubbed my face. What time was it? Why was I in the living room? Why did I feel a malicious black cloud looming over me like some sort of comic strip character? And then it all came back, crashing like waves over my head. Holy shit, Kimber was here. And she wanted something. I felt the fear shower me like ice cold rain as I recalled pieces of the night before. We were going back. Kimber’s bag was next to the door and she was sitting at the table reading one of Seth’s look-how-smart-I-am philosophy books. As I sat up I slid the evidence of my addiction under the couch with my foot, praying she hadn’t already seen it. “Morning, Sam,” Kimber smiled, without looking up from the book. “Why in the fuck are you so chipper. You remember where we’re going right?” “Yes.” She put the book down and looked ...