Skip to main content

The Baby Doll


The Baby Doll - Di daerah sekitar Illinois Selatan, sebuah perusahan mainan berinisiatif menjual boneka bayi tiruan "yang sangat mirip bayi asli" kepada para ibu hamil. Namun rupanya setelah sang ibu melahirkan, mainan bayi itu mulai menangis. Dan "gerakan menimang-nimang" yang diinstruksikan sesuai iklan produk untuk mendiamkan bayi mainan tersebut tidak lagi berfungsi, maka kau takkan bisa menghentikan tangisannya tanpa mengguncang-guncangnya terlebih dahulu.

Akhirnya ketika produk ini terus-terusan menangis, para orang tua pemiliknya akan mulai memukulinya, dan kemudian semalin lama pukulan atau bahkan bantingan harus dilakukan lebih kuat supaya produk ini berhenti berbunyi.

The Baby Doll - Satu-satunya cara yang tampaknya selalu berhasil mendiamkan mainan bayi ini untuk selamanya adalah dengan menghantamkan bagian kepanya ke dinding sehingga merusak mesin apapun itu di bagian dalamnya yang berfungsi memicu suara tangis.

Hal inilah yang mengakibatkan seringnya terdengar laporan pengaduan para tetangga dari pemilik mainan tersebut yang mengira terjadi kekerasan pada anak-anak, dan ketika polisi datang untuk memeriksa keadan, mereka mendapati sisa-sisa ceceran tubuh bayi berlumuran darah di dinding dan lantai.

The Baby Doll - Hampir pada setiap kasus menyebutkan bahwa biasanya para ibu tidak mengerti mengapa mereka didatangi oleh polisi, dan dengan santainya mereka berkata, "Singkirkan boneka tolol itu," sambil menimang-nimang gendongan boneka bayi tiruan dalam dekapannya.

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

Luka

Darah di dinding. Di pahaku, bajuku, lalu lantai, di dalam bak mandi, juga di wajahku, dan di rambutku. Di mana-mana. Menatap nanar kedua tangan yang berlumuran darah, aku lalu mengusap wajah menggunakan tanganku yang lengket dan berbau besi ini. Meski gemetaran, aku selalu merasa ini semua belum cukup. Kemudian aku meraba-raba lantai, mengambil cutter yang belum lama aku letakan. Mengangkat bagian bawah baju untuk kumasukkan ke dalam mulut sendiri. Lantas cutter itu mulai aku gunakan kembali. Menyayat. Menciptakan garis luka lebih panjang lagi di tangan kiri. Di bagian dalam lenganku. "E-emmh! Nggh!" Mengerang, merintih sendirian. Sobekan pada luka itu terasa amat memilukan. Perih. Dan tangan kiriku terjatuh lemas begitu saja. Padahal aku pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini. Kenapa kali ini aku begitu lemah? Tak Cutter yang kupegang terlepas. Luka yang baru saja kubuat aku remas, membiarkan darahnya mengalir lebih banyak lagi. Karena semakin banyak darah ...

Kuchisake-Onna

Kuchisake-Onna Kuchisake-Onna adalah wanita bermulut robek yang menyusuri jalan-jalan di Jepang, ia mengenakan masker bedah dan mengincar anak-anak. Apabila kau melintasi jalannya, ia akan memberhentikanmu dan mengajukanmu sebuah pertanyaan. Jika kau memberikan jawaban yang salah, maka kau harus menanggung konsekuensi yang mengerikan. Suatu hari, kamu berjalan menuju ke rumah sepulang sekolah dan arah jalan membawamu melintasi jalan kota yang sepi. Tiba-tiba, kamu mendengar suara samar-samar yang datang bersama bayangan. Kamu melirik ke arah bayangan tersebut dan tampak seorang wanita cantik berdiri di sana. Ia memiliki rambut yang hitam dan panjang dan mengenakan mantel berwarna krem. Sebuah masker bedah menutupi bagian bawah (setengah) dari wajahnya. Di Jepang, mengenakan masker bedah biasanya digunakan jika sedang musim flu untuk mencegah penyebaran kuman. Ia melangkah keluar dari bayangan gelap dan menghalangi jalanmu. “Apakah aku cantik?” Tanyanya. Sebelum kamu menjawab, ia m...