Skip to main content

Find_Me.jpg

Di tahun 2003 sebuah foto tentang anak yg hilang tersebar di internet. Tidak ada info detail mengenai anak tsb kecuali seperti apa yg terlihat di foto, dan foto tsb bisa di search dg kata kunci "find_me.jpg"

Di foto menunjukkan gadis kecil berumur sekitar 8-9 tahun sedang tersenyum, berdiri sendirian di depan ayunan, mengenakan pakaian ungu, dengan bunga berwarna putih di rambutnya. Nama gadis tsb atau dimana terakhir dia terlihat tidak pernah disebutkan.

Tersebar di internet melalui e-mail dan pop-ups, jutaan orang yg melihat foto tsb tetapi dia tidak pernah ditemukan. 1 tahun setelah tersebar di internet, foto tersebut kembali muncul tetapi dengan tambahan tulisan "Find Me" (Temukan Aku), dan sekarang foto tersebut telah berubah.



Ayunan di foto tampak usang, catnya mulai berkarat dan mengelupas, dan ayunannya putus tergantung di 1 rantai saja. Gadis tampak lebih tua dari sebelumnya dan senyumannya mulai menghilang serta bunga putih di rambutnya mulai layu.

Foto tersebut muncul kembali di tahun-tahun sesudahnya. Ayunannya sekarang rusak sebagian, dan rantai serta dudukan ayunannya tergeletak di tanah. Dan lagi, gadis tersebut tampak usianya bertambah dan sekarang dia sedang menangis, bunganya sekarang mati dan pakaiannya tampak kotor, compang-camping. Tulisan "Find Me" sekarang font nya berwarna merah dan berada di bawah foto.

Di tahun ketiga kemunculan foto tersebut, ayunannya sekarang tidak ada dan digantikan munculnya pria asing memandang gadis tersebut di sebelahnya. Gadis tersebut bertambah usianya, kesedihannya berubah menjadi amarah dan bajunya sekarang tidak karuan. tulisan "Find Me" sekarang muncul Agak Besar di Foto.

Tahun keempat kemunculan foto gadis tersebut, tampak dia tumbuh menjadi seorang remaja dengan pria asing berdiri tepat dibelakangnya dengan memegang kamera. Gadis tersebut tampak kacau, wajahnya berdarah dan memar dimana-mana. Dia sekarang memandang dengan Tatapan kosong dan pakaiannya sekarang tak lebih hanya sekedar sobekan kain. Text di foto sekarang bertuliskan, "Please Find Me".

Tahun kelima, foto tersebut muncul lagi tetapi gadis tersebut sudah meninggal. Tubuhnya terlentang dengan memegang bunga putih di tangannya. Text di foto sekarang menjadi "Why Didn’t You Find Me?"

Tahun keenam, foto tersebut muncul lagi. Tidak ada siapapun di foto, hanya sepetak tanah dimana sebelahnya ada ayunan yg patah seperti pernah diduduki Sekali. Text di foto bertuliskan lebih sederhana "I Found You"

Tidak lama setelah itu muncul kasus kematian dimana-mana. Si korban selalu seorang pria, dan setiap pria tersebut telah membuka/mengakses file Foto (Find_me.jpg). Semua korban ditemukan mati di sepetak tanah dengan posisi terlentang sambil membawa bunga putih di tangan. Tulisan "I Found You" terulis dengan darah di sebelah wajah korban yg tampaknya meninggal karena dipukul terus menerus sampai mati.

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 7 (English)

I could feel I was moving before I even opened my eyes. It was the gentle, swaying cadence of a car on the highway. Instead of coming awake slowly like I preferred I bolted upright in a panic. Kimber was driving and she didn’t look away from the road. “Are you okay?” I asked her. “No.” “I was…“ I was starting to remember what had happened on the mountain. “I’m- I’m sorry.” Kimber didn’t respond. “Did I walk to the car?” I was sure I knew the answer, but hoped I was wrong. “No. You were dragged to the car.” It was actually impressive that she could drag a full grown man through 200 yards of snow. I was constantly underestimating Kimber. “Look…” I rubbed my face and realized my hands were like ice. I laid them over the heaters on the dashboard. “I mean, the good news is that Borrasca is gone and no one is suffering anymore.” “No one?” She yelled. “Me. Me, Sam, I’m suffering!” Her voice was scratchy; it was obvious she had been crying, and judging by the current time, prob...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 19 (English)

“Good afternoon, Mr. Walker. I’m sorry to wake you but the detectives have been asking to interview you since yesterday. I’m afraid they’re very insistent.” I tried to focus on the woman standing next to me. Everything was very…white. “Where am I?” “Drisking Regional. I’m Dr. Clava. And since you’re going to be speaking to two of the rudest men I’ve ever met I’m going to up your morphine a smidge.” I blinked a few times against the bright lights that stung my eyes. “No. No, no morphine please. Take me off it.” “Are you sure? You’ll be in a bit of pain if I do that.” She said as she walked over to the IV drip. “Yeah, turn it off. Where’s Kimber? How is she doing? Also, how am I not dead?” “I’m not Kimber’s doctor so I’m not sure who you’re talking about. As for your survival, you owe that to a rather skilled surgeon on staff here.” I could already pain radiating from my chest below my heart. “Is there any way you could make it any darker in here?” “Absolutely,” she repli...