Skip to main content

Sarah Jane

Sarah Jane adalah urban legend dari Texas yang mengisahkan tentang arwah seorang wanita yang mencari bayinya yang hilang.
Pada masa perang Amerika, ada jalan di Texas antara Groves dan Port Neches. Sarah Jane tinggal di jalan tersebut. Suaminya pergi berperang sebagai tentara. Ketika tentara musuh melewati area tempat tinggalnya, Sarah Jane takut jika dia dan bayinya dibunuh.
Karena itu Sarah pergi ke sungai dan menempatkan bayinya didalam sebuah keranjang. Menyembunyikannya di bawah jembatan demi keselamatan bayinya. Kemudian Sarah kembali ke rumahnya menunggu tentara musuh lewat.
Setelah tentara lewat, Sarah cepat-cepat kembali ke sungai untuk mengambil bayinya, namun sayangnya bayinya sudah tidak ada disana. Air pasang menyebabkan bayinya hanyut.
Sarah Jane mencari bayinya berjam-jam hingga malam di sungai Neches tapi tidak juga ditemukan. Tetangga- tetangga Sarah melihat Sarah berteriak sepanjang malam dan menanyakan "Apakah kalian melihat bayiku? "
Karena putus asa Sarah kembali ke jembatan dan menggantung dirinya di balok kayu dibawah jembatan. Ketika tubuhnya ditemukan, di kayu dibawah jembatan dekat mayatnya ada ukiran bertuliskan "Apakah kalian melihat bayiku? "
Setelah kejadian ini, beberapa orang yang melewati jembatan tersebut sering mendengar suara bayi menangis dari jarak jauh. Beberapa ada yang masih melihat Sarah Jane berjalan sepanjang sungai untuk mencari bayinya yang telah hilang bertahun-tahun yang lalu.
Penduduk setempat mengatakan, jika kamu berdiri di atas jembatan itu saat malam hari dan mengulang kata-kata "Aku telah menemukan bayimu Sarah Jane" sebanyak tujuh kali, maka dia akan muncul dihadapanmu.

Comments

Popular posts from this blog

The Expressionless

Pada bulan Juni 1972, Seorang Perempuan muncul dirumah sakit "Cedar Senai". Perempuan itu memakai gaun putih. Gaun putih itu menutupi darah yang ada di badan perempuan tersebut. Perempuan itu muncul di rumah sakit dan orang-orang sekitar memperhatikan keanehan perempuan tersebut. Sampai-sampai orang yang memperhatikannya dapat muntah dan merasa tidak enak badan. Yang pertama dipertanyakan adalah, apakah ia benar-benar seorang manusia? Tubuh dan Mukanya lebih mirip mendekati seperti mannequin (manekin atau sesosok patung menyerupai manusia, baik dari segi bentuk badan, kaki, tangan, kepala, bahkan wajahnya bisa diserupai dengan wajah manusia aslinya) tetapi memiliki ketangkasan dan fluiditas manusia normal. Wajahnya sesempurna manekin, tanpa alis dan dioleskan make-up. Ada anak kucing dijepit di rahangnya sehingga tidak ada gigi yang bisa dilihat. Darah masih menyemprot di atas gaunnya ke lantai. Dokter kemudian menarik kucing itu keluar dari mulutnya, kemudia melemparny...

Luka

Darah di dinding. Di pahaku, bajuku, lalu lantai, di dalam bak mandi, juga di wajahku, dan di rambutku. Di mana-mana. Menatap nanar kedua tangan yang berlumuran darah, aku lalu mengusap wajah menggunakan tanganku yang lengket dan berbau besi ini. Meski gemetaran, aku selalu merasa ini semua belum cukup. Kemudian aku meraba-raba lantai, mengambil cutter yang belum lama aku letakan. Mengangkat bagian bawah baju untuk kumasukkan ke dalam mulut sendiri. Lantas cutter itu mulai aku gunakan kembali. Menyayat. Menciptakan garis luka lebih panjang lagi di tangan kiri. Di bagian dalam lenganku. "E-emmh! Nggh!" Mengerang, merintih sendirian. Sobekan pada luka itu terasa amat memilukan. Perih. Dan tangan kiriku terjatuh lemas begitu saja. Padahal aku pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini. Kenapa kali ini aku begitu lemah? Tak Cutter yang kupegang terlepas. Luka yang baru saja kubuat aku remas, membiarkan darahnya mengalir lebih banyak lagi. Karena semakin banyak darah ...

BORRASCA - Bagian 5 - Chapter 3 (English)

I didn’t remember dreaming but I knew I had. I woke up feeling like I’d run thirty miles; drenched in sweat and fighting to draw in air with raw, ragged breaths. I sat up on the couch and rubbed my face. What time was it? Why was I in the living room? Why did I feel a malicious black cloud looming over me like some sort of comic strip character? And then it all came back, crashing like waves over my head. Holy shit, Kimber was here. And she wanted something. I felt the fear shower me like ice cold rain as I recalled pieces of the night before. We were going back. Kimber’s bag was next to the door and she was sitting at the table reading one of Seth’s look-how-smart-I-am philosophy books. As I sat up I slid the evidence of my addiction under the couch with my foot, praying she hadn’t already seen it. “Morning, Sam,” Kimber smiled, without looking up from the book. “Why in the fuck are you so chipper. You remember where we’re going right?” “Yes.” She put the book down and looked ...